Selamat Datang Di Blog Rental Mobil Ambon Dan Terima Kasih Atas Kunjungannya

Selasa, 23 Juni 2015

Kota Tual, Maluku Tenggara

Kota Tual yang terletak di Provinsi Maluku merupakan kota yang memiliki 66 pulau kecil. Dari sekian banyak pulau tersebut, hanya 13 pulau yang berpenghuni. Kota ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara. Kota ini juga memiliki sumber daya kelautan yang melimpah. So, dapat dipastikan jika anda berkunjung ke Tual, anda akan disuguhi keindahan laut nya yang mempesona, seperti Pantai Ngurbloat yang siap menyambut kedatangan anda dengan pasir terhalus sedunianya.

Sejarah
Pada masa penjajahan Belanda, di Maluku Tenggara terbentuk organisasi yang bernama Recht Streek Bestuurde Gebieden. Pada waktu itu Tual, Dodo, Saumlaki dan Wonreli dikepalai oleh Hooft Van Plaasselyk (Kepala Pemerintahan Setempat). Pada tahun 1984, Kota Tual menjadi ibukota Onder Afdeling Kei Eenlanden yang dikepalai oleh seorang asisten residen. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia , Maluku Tenggara menjadi bagian dari Maluku Selatan. Tahun 1951, Tual menjadi ibukota Maluku Tenggara hingga disahkannya undang-undang tahun 2007 yang menetapkan pembentukan Kota Tual menjadi kota otonom.

Bandara di Tual
Bandara Dumatubun dengan kode bandara LUV merupakan bandara yang melayani penerbangan perintis dan terletak di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Indonesia. Bandara yang memiliki landasasan pacu sepanjang 1.300 meter ini merupakan markas Pangkalan Udara (Lanud) TNI-AU Dumatubun. Rencananya bandara ini akan dipindahkan ke Bandara Ibra yang masih dalam tahap penyelesaian.

Menuju Pusat Kota Dari Bandara
Bandara Dumatubun hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota Tual. Untuk menuju ke pusat kota dari bandara ataupun sebaliknya dapat menggunakan ojek atau mobil omprengan. Jika menggunakan mobil omprengan akan lebih mahal karena biasanya dipatok dengan tarif sekitar Rp 100.000 untuk sekali jalan. Sedangkan tarif ojek hanya sekitar Rp 15.000 untuk sekali jalan. Namun untuk keduanya juga tergantung dari kesepakatan harga dengan masing-masing pengemudi.









Senin, 22 Juni 2015

Kepulauan Banda Neira "Serpihan Surga di Timur Indonesia"


Kepulauan Banda terletak di Bandaneira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia atau berjarak sekitar 132 kilometer sebelah tenggara kota Ambon. Kepulauan Banda sebenarnya terdiri dari tiga pulau besar dan tujuh pulau kecil. Panorama di kepulauan ini cukup indah, begitu juga dengan keindahan bawah lautnya.

Menurut sejarah, Kepulauan Banda merupakan penghasil rempah-rempah khususnya pala yang terbesar di dunia. Maka tak heran bila sejak tahun 600-an, Bangsa Tiongkok sudah mulai berdagang di kepulauan ini. Lalu diikuti oleh Bangsa Moro, Bangsa Portugis, Inggris dan Belanda di tahun 1621. Pesona keindahan Kepulauan Banda memang cukup terkenal.

Perairan lautnya yang cukup hangat serta keindahan bawah laut yang dimiliki menjadikannya sebagai salah satu surga bagi para penyelam dunia. Beberapa spot untuk menyelam pun tersedia di kepulauan ini. Beberapa tempat juga menyediakan jasa penyewaan perahu serta alat untuk menyelam. Namun saat musim hujan tiba yakni antara bulan Juli hingga September, hanya beberapa spot untuk menyelam saja yang boleh dikunjungi.

Fasilitas
Dari penginapan sederhana hingga hotel mewah bisa Anda dapatkan di tempat ini. Selain itu beberapa rumah makan juga menyediakan menu makanan tradisional yang bisa Anda cicipi. Tak kalah ketinggalan beberapa penjual cinderamata lokal juga bisa Anda dapatkan di sini.

Akses Menuju Ke Kepulauan Banda Neira
Tempat terdekat untuk berkunjung ke tempat ini adalah dari kota Ambon. Setelah tiba di Bandara Pattimura Ambon, perjalanan bisa dilanjutkan dengan menggunakan pesawat kecil menuju ke Bandaneira yang mempunyai jadwal penerbangan seminggu sekali atau dua minggu sekali.

Tidak ada penerbangan pulang-pergi sehingga penerbangan kembali juga harus melalui Bandaneira.Atau Anda bisa juga menggunakan kapal feri KM Ciremai yang beroperasi dua kali seminggu dari Ambon ke Bandaneira dengan waktu tempuh sekitar tujuh jam perjalanan.








































Ora Beach “The Little Maldives Of East Indonesia”


Pantai Ora merupakan salah satu pantai yang berada di kawasan timur Indonesia, tepatnya berada di Desa Saleman, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Obyek wisata yang satu ini menawarkan wisata bahari yang sangat mengagumkan bahkan menjadikannya sebagai salah satu tempat favorit untuk berekreasi.

Hal ini dikarenakan pengunjung di Pantai Ora akan sangat dimanjakan dengan panorama keindahan baharinya. Pengunjung dapat menikmati pantainya yang sangat bersih, air lautnya yang berwarna biru dengan ombak yang begitu tenang ditambah lagi kecantikan pasir putihnya hingga pemandangan dasar laut yang sangat mengagumkan.

Menyelam dan menikmati keindahan surga bawah laut Pantai Ora yang sangat mempesona adalah salah satu kegiatan yang wajib dilakukan di sini. Keindahan ratusan terumbu karang yang sangat menakjubkan dapat kita saksikan di pantai ini. Selain itu, ikan-ikan kecil yang berwarna-warni seakan-akan menyambut kehadiran para wisatawan. Bahkan untuk dapat menikmati keindahan surga bawah laut tersebut, para wisatawan tidak perlu dalam-dalam menyelam, cukup 2-3 meter sudah dapat menyaksikan pemandangan yang sangat mengaggumkan tersebut.

Para pengunjung juga dapat melintasi Sungai Salawai. Sembari melintasi sungai tersebut, para wisatawan dapat menyaksikan bagaimana proses pembuatan sagu, pengambilan buah kelapa atau bisa juga melihat berbagai jenis burung di muara sungai Teluk Sulaiman. Setelah menikmati keindahan Pantai Ora tersebut, ada satu kegiatan lagi yang dapat dilakukan oleh para pengunjung yakni trekking melintasi hutan di balik negeri Sawai yang masih alami dan asri.

Tidak hanya sekedar melintasi hutan, namun ada satu lokasi yang sedikit tersembunyi yang dapat dikunjungi. Lokasi tersebut berupa pusat pendidikan dan rehabilitasi satwa yang berada di Dusun Masihulan. Di lokasi penangkaran ini wisatawan dapat menyaksikan penangkaran burung kakatua seram dan nuri seram. Bagi pengunjung yang menyukai perjalanan menantang bisa melanjutkan perjalanan berkunjung di air terjun dan gua yang berada di tengah hutan.

Fasilitas
Terdapat pondokan yang memang sengaja dibangun oleh para penduduk sekitar. Bagi para pengunjung yang sudah kelelahan bisa menyewa resort yang tersedia di lokasi Pantai Ora. Resort tersebut dibangun diatas pantai dan berbentuk seperti rumah panggung. Resort yang hampir seluruh bagiannya terbuat dari kayu tersebut memang merupakan satu-satunya penginapan yang dapat disewa oleh para wisatawan.

Memang penginapan tersebut tidaklah begitu mewah, namun dapat dipastikan penginapan tersebut akan memberikan rasa tersendiri bagi para pengunjung. Saat tidur di resort ini akan terdengar jelas deburan ombak yang silih berganti dan saat pagi hari menjelang pun saat membuka jendela atau pintu kamar akan langsung disuguhi pemandangan air laut yang sangat indah. Hal inilah yang menjadikan nilai lebih dari pada resort di daerah lainnya. Tarif menginapnya sekitar Rp 500.000,- per malam. Harga yang sepadan untuk sebuah pemandangan yang sangat eksotik.

Akses Menuju Ke Pantai Ora
Untuk dapat menikmati semua keindahan dan keeksotikan Pantai Ora tersebut ada beberapa jalur yang dapat di tempuh oleh para wisatawan setelah tiba di Bandara Pattimura, Ambon:

1.      Menggunakan taksi
Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama mobil pangkalan menuju Pelabuhan Tulehu selama 1 jam perjalanan. Dari Pelabuhan Tulehu dilanjutkan ke Pelabuhan Amahai, Maluku tengah menggunakan kapal cepat.

Sesampainya di Pelabuhan Amahai dapat menggunakan angkutan umum menuju Masohi, Maluku Tengah. Di Masohi ini kebanyakan para wisatawan memilih untuk beristirahat penginapan terlebih dahulu. Baru esok pagi nya, wisatawan melanjutkan perjalanan ke Desa Saleman lokasi pantai tersebut dengan menempuh perjalanan sekitar 4 jam.

2.      Menyewa mobil
Sewa mobil plus supir untuk langsung mengantarkan ke Pantai Ora dengan lama perjalanan sekitar hampir 1 hari 1 malam dengan menyusuri Desa Seram bagian barat dan Kabupaten Maluku Tengah.

3.      Menggunakan maskapai perintis
Dari Bandara Pattimura, Ambon dapat memilih penerbangan menggunakan maskapai perintis ke Bandara Wahai, Pulau Seram. Kemudian dilanjutkan menggunakan kapal cepat Cantika Anugerah menuju ke Pelabuhan Amahai, Kota Mahi, Pulau Seram selama 2 jam perjalanan. Tarif kapal untuk kelas ekonomi sekitar Rp. 100.000 per orang dan untuk kelas VIP sekitar Rp. 150.000 per orang.




























Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews